Membaca adalah bagian penting dari proses belajar anak, namun kebiasaan membaca yang tidak sehat dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan mata. Banyak anak terbiasa membaca dengan jarak yang terlalu dekat atau dalam pencahayaan yang kurang memadai. Hal ini dapat membuat mata cepat lelah dan menyebabkan ketidaknyamanan saat belajar dalam waktu lama. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk memperhatikan posisi membaca, jarak pandang, serta intensitas cahaya di sekitar anak.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memastikan anak membaca dengan jarak sekitar 30–40 sentimeter dari buku atau layar. Selain itu, pencahayaan harus cukup terang namun tidak menyilaukan, agar mata tidak bekerja terlalu keras. Saat membaca, posisi tubuh anak juga perlu diperhatikan — duduk tegak dan tidak membaca sambil berbaring membantu menjaga fokus mata. Kebiasaan ini jika diterapkan sejak dini akan mendukung kenyamanan belajar dan melatih disiplin visual anak.
Selain memperhatikan posisi dan pencahayaan, waktu istirahat juga sangat penting. Anak-anak sebaiknya tidak membaca terus-menerus lebih dari 30–40 menit tanpa jeda. Berikan waktu istirahat singkat untuk melihat objek jauh, misalnya pemandangan di luar jendela, agar otot mata bisa rileks. Dengan rutinitas yang seimbang antara membaca dan beristirahat, anak-anak dapat menikmati kegiatan belajar tanpa merasa tegang atau lelah pada mata mereka.
