Di era digital saat ini, banyak anak menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar gadget, baik untuk belajar maupun bermain. Kebiasaan ini membuat anak jarang berinteraksi dengan lingkungan luar dan kurang terpapar cahaya alami. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa bermain di luar ruangan dapat membantu mencegah risiko gangguan penglihatan seperti rabun jauh. Paparan sinar matahari yang cukup dan aktivitas fisik di luar sangat penting untuk menjaga keseimbangan fungsi mata.
Aktivitas luar ruangan tidak harus selalu olahraga berat, cukup berjalan santai, bermain bola, bersepeda, atau sekadar berlari kecil di taman. Kegiatan seperti ini membuat anak berfokus pada objek dengan jarak yang bervariasi, yang membantu melatih otot mata agar tetap fleksibel. Selain itu, udara segar dan sinar alami membantu meningkatkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke mata. Dengan cara ini, anak-anak bisa menjaga kesehatan mata sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh mereka.
Orang tua sebaiknya mendorong anak untuk beraktivitas di luar minimal 1–2 jam setiap hari, terutama pada pagi atau sore hari saat sinar matahari tidak terlalu terik. Aktivitas bersama keluarga seperti piknik, berkebun, atau berjalan di taman bisa menjadi pilihan menyenangkan untuk mengurangi waktu menatap layar. Dengan keseimbangan antara kegiatan dalam dan luar ruangan, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, bahagia, dan memiliki penglihatan yang baik hingga dewasa.
